![]() |
| Nur Ain Madiko Studi S1 PPKn UNG |
Media
massa adalah suatu esan yang timbul pada pikiran khalayak akibat adanya proses
penyampaian pesan melalui media, contohnya seperti surat kabar, radio, televisi
dan sebagainya. Massa adalah jumlah yang banyak sekali, sekumpulan orang, isi
dari media massa ada berbagai macam, yaitu berita,opini, dan karangan khas.
Media
massa mempunyai beberapa jenis yakni media massa cetak, media massa elektronik,
dan media massa online. Karakteristik media massa yaitu publisistas,
universalitas, perioditas, kontinutas, dan aktualitas. Media massa dan politik
sangan erat hubungannya karena media memiliki saluran komunikasi yang paling
dekat dengan politik sehingga sering dijadikan corong pemberitaan.
Fenomena
politikus “main medsos” memang bukan baru tahun ini terjadi, melainkan sudah
sejak sebelumnya. Seberapa penting pejabat pubik punya media sosial menurut analisis
politik menilai bahwa tren politikus berbondong-bondong membuat konten di media
sosial tak selamanya berdampak baik bagi reputasinya, fenomena main medsos
sebetulnya jadi kebutuhan para politikus demi menerima simpati dari berbagai
kalangan dan paling dipengaruhi adalah dari kalangan muda yang diprediksi akan mendominasi
suara pada pemilu mendatang.
Medsos
ini menjadi sarana pejabat/politisi untuk bertanggung jawab dalam
kegiatan-kegiatan politik dan kalau konsituen, yang paling penting pada
penggunaan medsos ini bisa saling berinteraksi dari berbagai kalangan dan bisa
juga mendapatkan kritikan yang bisa di jadikan bahan dari para politis/pejabat
untuk melakukan kegiatan politik selanjutnya, disisi lain sosial media ini
tentu saja sarana yang paling efektif dalam menyampaikan gagasan dalam waktu
singkat tapi bisa di kutip oleh semua orang.
Medsos
juga untuk sosialisasi , seringkali yang di permasalahkan di medsos itu lah
kemudian dikutip oleh media konvensional jadi topik masalahnya dari sosmed.
Tetapi kalau untuk program dan kegiatan pejabat/politisi rujukannya bukan apa
yang dipercakapkan di sosmed tapi apa yang memang nyatanya jadi persoalan di
masyarakat Ini adalah bagian dari cek and balance menang dipuji-puji begitu
kalah di rendahkan.
Tapi yang harus diperhatikan medsos itu
hanyalah untuk mengamplifikasi ruang berdialog atas apa yang mereka kerjakan
dilapangan, pemilih muda adalah pemilih yang cukup cerdas untuk membandingkan
apa yang tampil di medos dan di dunia nyata. Kalau kesenjangan itu terlalu
besar hanya akan menjadi bommerang.
Sebaliknya, politikus yang terlihat mampu menampilkan citra yang selaras dan
sama baiknya antara di media sosial dan di dunia nyata, diprediksi akan meraup
untung berlipat dari segi elektabilitas.
Jadi,
mereka baru bisa dikatakan punya “produk” ketika mereka memang sudah terjun ke
lapangan (dunia nyata), bertemu dengan masyarakat yang kemudian diamplifikasi
dan berdialog melalui ruang medsos. Medsos bisa untuk selfi, untuk menceritakan
agenda kegiatan, mengklarifikasi berita-berita yang kurang tepat, personal dan
hiburan. Medsos sangat multi fungsi jadi jangan di gunakan hanya untuk
kepentingan personal tapi sebagai pejabat/politisi postingan itu dikutip jadi
ada standar media yang apapun diposting jadi bahan kutipan.

No comments:
Post a Comment